Menilik Ulang Roman Holiday (67th Anniversary)

Menilik Ulang Roman Holiday (67th Anniversary)

Saatnya kita merayakan peringatan 67 tahun Roman Holiday. Oleh karena itulah kami hadirkan pelbagai hal menarik seputar film karya penyutradaraan William Wyler yang dibintangi oleh Audrey Hepburn dan Gregory Peck ini,yang bisa dibilang merupakan film yang menjadi cikal bakal genre komedi romantis

Dengan format hitam putih, Roman Holiday berkisah tentang seorang putri kerajaan yang merasa bosan dengan rutinitas dan keterbatasan yang harus dijalaninya. Tidak bisa lagi menahan tekanan ia nekat kabur di sela kunjungan diplomatic negaranya ke Italia. Dalam pelariannya, ia berjumpa dengan seorang wartawan asal Amerika yang notabene ditugaskan untuk meliput berita kunjungan diplomatic tersebut. Langsung mengenali bahwa gadis yang dijumpainya ini adalah target beritanya, sang wartawan berpura-pura menawarkan bantuan untuk menjadi teman perjalanan sang gadis menikmati keindahan kota Roma, dengan tujuan bisa mendapatkan liputan ekslusif tentang sang putri. Dalam prosesnya, dua insan ini saling tertarik satu sama lain, yang menjadikan apa yang direncanakan masing-masing menjadi semakin menantang.

Roman Holiday dikenal sebagai potret indah ke masa lalu, baik untuk tampilan bersejarah Roma dan untuk menyaksikan kelahiran genre komedi romantis karena sutradara William Wyler menampilkan kemampuannya dengan tepat sasaran telah mempesona targetnya dengan campuran komedi konyol dan cinta lugu yang sukses membuat audiensnya terpikat. Dongeng ekstravaganza bersetting Roma yang mengasyikkan ini juga menandai debut Amerika dari  seorang Audrey Hepburn yang kini merupakan salah satu aktris paling legendaris dalam sejarah Hollywood dalam penampilan sempurnanya mengadu acting dengan Gregory Peck yang mempesona secara karismatik, yang menikmati kebersamaan mereka dalam kemilau, menyenangkan sekaligus getir, serta kisah cinta memikat dengan salah satu ending terbaik dalam sejarah fim Hollywood ini. Film ini merupakan ide asli dari John Dighton dan Dalton Trumbo, yang menuai banyak pujian, dan sekarang telah menjelma menjadi peletak standar genre yang kita kenal sebagai komedi romantis.

Seperti yang bisa ditelusuri dari reaksi kritik yang diterimanya, film ini secara praktis diakui kualitasnya secara universal, meskipun ada sedikit golongan minoritas yang merasa film ini overrated dan tidak mempesona seperti yang dikatakan banyak orang, namun secara keseluruhan Roman Holiday adalah paket sebuah komedi romantis yang apik, hangat, menyenangkan, dan sajiannya terasa natural.

Wyler mampu menghasilkan kisah petualangan romansa di Roma ini sangat stylish dan juga agung dengan shot-shot gambar monokrom yang efektif melengkapi performa luar biasa Hepburn dan Peck yang nyaris tanpa cela dalam menggiring penonton menuju momen akhir yang menohok, bahwa tidak semua dongeng romansa harus berakhir dengan bahagia selamanya, yang membuatnya, salah satu film komedi romantis yang paling mengharukan, indah, dan berkesan sepanjang masa.

Sebagai penutup, Roman Holiday dari William Wyler hadir ibarat gelato yang menyejukkan di hari musim panas karena menjadi standar untuk komedi romantis modern dalam keseruan, penuh kesenangan, keindahan dan keceriaan di jalanan berbatu di Eropa pascaperang. William Wyler memadukan formula rom-com dari pasangan yang tak terduga yang perlahan-lahan jatuh cinta dengan beberapa slapstick klasik yang mengubah penonton menjadi turis yang bersedia untuk kemegahan ibu kota Italia, dengan penampilan bintang dari Gregory Peck dan khususnya Audrey Hepburn, yang menempatkan dirinya dalam jajaran ikon sinematik dalam memberikan romantisme yang biasa dan tidak masuk akal, kenyataan yang jarang dimiliki sebelumnya dalam liburan singkat yang tidak akan pernah terlupakan ini, cocok dengan imej seorang putri kerajaan yang ideal jagat perfilman, di pencapaian film komedi romantis yang menawan, dan hingga sekarang tak lekang oleh zaman ini.