Review Surga Yang Tak Dirindukan 3

Review Surga Yang Tak Dirindukan 3

Review Surga Yang Tak Dirindukan 3

Surga Yang Tak Dirindukan 3, memasuki babak cerita baru, dimana seluruh anak-anak telah menjadi individu yang terlibat secara khusus pada alur ceritanya dan memberikan arti tersendiri dalam sebuah hubungan rumah tangga.

Film ini memang pada saat proses syuting berjalan telah memberikan kontroversi tersendiri, akibat perubahan pemain dan juga pengulangan pemain namun tidak berperan menjadi karakter yang lama

Baca juga: Surga Yang Tak Dirindukan 3: Dibalik Pembuatan Dan Kontroversinya

Bagi yang belum mengikuti franchise film ini sebelumnya, dalam alur ceritanya banyak terjadi adegan-adegan flash back sehingga membuat alur cerita Surga Yang Tak Dirindukan 3 lebih mudah diikuti.

Pergolakan emosi Nadia sebagai remaja tanggung dan juga Akbar menjadi titik sentral alur cerita , selain juga hal-hal yang sempat menjadi trending topik  seperti korupsi, isyu perselingkuhan , bisnis yang naik turun . Selain itu pertanyaan mengenai hilangnya Ray dalam hidup Meirose, kali ini terjawab dan juga konsekuensi dari munculnya Ray dalam gejolak rumah tangga Pras dan Meirose.

Kali ini Fedi Nuril sebagai pemeran Pras , menampilkan akting dengan emosi yang lebih bergejolak dan juga bisa dikatakan lebih manusiawi, jika dibandingkan aktingnya dalam beragam filmnya yang sejenis. Ia memang harus beradu akting dengan Reza Rahadian yang seperti biasa mampu menampilkan perubahan akting, menyesuaikan dengan tuntutan skenario. Namun chemistry yang terbangun, beserta gejolak konfliknya terlihat sangat mengalir, sehingga bisa dikatakan pemilihan pemainnya sejalan.

Adapun akting Marsha Timothy sebagai Meirose , yang secara situasi terpaksa harus menghadapi kembali kehadiran Ray , bisa dikatakan memberikan tampilan baru sebagai Meirose yang tampil dewasa, jauh dari kesannya dahulu sebagai perempuan rapuh dan tidak bisa dipegang emosi dan pikirannya (labil).

Kehadiran para komika seperti Tanta Ginting dan Kemal Pahlevi serta Zsazsa Utari, bagaikan suasana segar serta memberikan jeda tempo , sehingga ketegangan yang terbangun terbagi dan mencair dengan komedi yang receh.

Banyak pesan moral yang dititipkan dalam alur cerita film ini, namun sutradara Pritagita Arianegara memberikan sentuhan khas perempuan secara tersendiri, sebagaimana ditemukan pada serial web Jarak & Waktu, sehingga sosok Meirose mampu ditampilkan secara berbeda dari sudut pandang perempuan.

Demikian review Surga Yang Tak Dirindukan 3, babak baru dari sebuah franchise yang banyak menarik perhatian penontonnya karena isyu yang dibawanya lekat dengan kehidupan sehari-hari manusia, terutama bagi yang mengalaminya.

Surga Yang Tak Dirindukan 3, tayang perdana di Disney + Hotstar dan sudah dapat ditonton dengan berlangganan secara bulanan maupun tahunan.